Minggu, 21 April 2013

Alasan Mengganti Kartu Snellen Dengan LCD Display

Alasan Mengganti Kartu Snellen Dengan LCD Display

Tempat - tempat yang melayani pemeriksaan kesehatan penglihatan seperti rumah sakit, poliklinik mata, puskesmas, dan optik, pada umumnya menggunakan Optotip berupa kartu Snellen untuk menguji visus (ketajaman penglihatan) pasien. Kartu Snellen (dan alat - alat uji visus lain yang serupa) adalah merupakan benda yang bersifat sebagai sumber cahaya sekunder, karena ia baru dapat terlihat jika ada cahaya yang menyinarinya. Arah dan kekuatan cahaya yang menyinarinya akan memberi pengaruh pada seberapa mudah ia dibaca/diamati. Karena itulah, penggunaan kartu Snellen membutuhkan pengaturan pencahayaan yang baik agar pasien dapat mengamati huruf - huruf (atau angka) yang ada di situ dengan tingkat kecerahan yang merata, serta tanpa terganggu oleh pantulan - pantulan cahaya yang justru merugikan proses pengamatan.
snellen chart
Kelemahan kartu Snellen diperbaiki dengan optotip yang dilengkapi dengan penerangan dari arah belakang huruf- hurufnya. Betul.. prinsipnya persis seperti neonbox. Hanya saja, kebanyakan optotip jaman sekarang tidak seperti itu lagi, tapi setiap baris huruf - hurufnya (atau tiap 2 baris jika ukuran hurufnya cukup kecil) dibuat satu blok dan diberi lampu penerangan sendiri. Blok - blok huruf itu dirangkum dalam satu kotak mirip neonbox, namun penerangan di tiap bloknya dapat dihidup-matikan secara bergilir, tidak menyala atau mati secara serentak. Pengaturannya dengan semacam saklar pemilih (biasanya menggunakan rotary switch) yang ditempatkan dalam kotak kontrol dan terpisah dari unit optotipnya. Keduanya dihubungkan dengan kabel multiline. Tipe seperti ini, jika salah satu line dalam kabel ada yang putus, terpaksa harus mengganti keseluruhan kabel penghubungnya. Penulis pernah membuat optotip seperti ini, namun pengontrolnya menggunakan rangkaian elektronik yang ditempatkan di dalam unit optotipnya, sehingga untuk menghubungkan dengan kotak kontrolnya cukup dengan menggunakan kabel 2 jalur, atau bahkan dapat dengan remote kontrol tanpa kabel..
optotipe model box
Sekarang, optotip dengan remote kontrol tanpa kabel sudah mudah dibeli di pasaran. Namun, untuk mendapatkan optotip yang lengkap dengan E-chart atau Landolt ring (keduanya dibutuhkan untuk pasien yang tidak mengenal abjad/angka), kemudian juga clock dial (untuk pemeriksaan astigmat), unit bikromatik (red-green test), WFDT, dan lain - lain, akan membuat dimensi optotip menjadi terlalu besar dan kurang indah. Karena itu, kemudian ada optotip dalam bentuk proyektor, yang jauh lebih ringkas namun lengkap, dan.. tentu saja (paling tidak saat ini) jauh lebih mahal. Untuk tipe yang murah, paling tidak harganya sudah 7 jutaan. Wah.. buat penulis, duit segitu sudah bisa untuk mendapatkan 1 unit PC dengan spesifikasi yang cukup bagus + monitor LCD 17″, yang fungsinya jelas bisa jauh lebih banyak dari pada sekedar proyektor optotip. Misalnya, untuk menjalankan database yang menyimpan data - data pasien, menjalankan presentasi untuk berbagi pengetahuan tentang penglihatan bagi pasien, dan lain - lain.Dibandingkan dengan kartu Snellen maupun optotip yang mirip neonbox, LCD display jelas mempunyai beberapa keunggulan yang tak bisa dipandang sebelah mata. LCD display bersifat sebagai sumber cahaya primer, sehingga tidak butuh bantuan penerangan untuk melihat tampilannya. Kontras dan kecerahannya jelas lebih merata dan dapat diatur. Dimensinya jauh lebih ringkas dari pada optotip yang mirip neonbox, namun dapat menampilkan lebih banyak jenis unit tes. Atas dasar beberapa keunggulan tersebut, penulis memilih untuk menggunakan LCD display sebagai penampil berbagai unit tes untuk pemeriksaan penglihatan pasien di optik yang penulis kelola. Meskipun, harus berpikir untuk mendapatkan software penampil berbagai unit tes tersebut. Kalau perlu, bikin sendiri.
http://www.optiknisna.info/alasan-mengganti-kartu-snellen-dengan-lcd-display.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berikan komentar untuk kemajuan blog ini seterusnya.